Senin, 07 Januari 2013

 


Perjalanan Ku


Hari sabtu, tepatnya tanggal 20 Oktober 2012....Alif di ajak refresing ke salah satu kampus yang ada di Kota Padang, yaitu UNP. dahulunya kampus ini merupakan kampus tempat ayah dan bunda Ku kuliah....
hampir seluruh fakultas telah di singgahi....mudah-mudahan alif bisa menjadi mahasiswa yang bisa membuat bangga ayah dan bunda....

Senin, 17 Desember 2012

TUGAS PENGGANTI SEMINAR

Assalamualikum wb.
disampaikan kepada seluruh siswa XII IPS 1, 2 dan 3 SMAN 15 Padang, bahwa acara seminar kita yg direncanakan hari senin atau hari selasa juga tidak bisa dilaksanakan, krn berbagai hal dan alasan.

utk itu sebagai penggantinya adalah.....tugas terstruktur...yaitu
1. buatlah makalah yang berkaitan dengan materi Pemanfaatan  Peta untuk kebutuhan manusia, perkembangan industri di indonesia, pemanfaatan Penginderaan jauh atau pemanfaatan SIG, silahkan pilih salah satu judul, boleh mencari di internet.
2. makalah tersebut di tulis pada kertas double folio, dan dikumpulkan hari rabu pagi....pukul 08.00 WIB, tulisan harus rapi dan bagus....semakin banyak, semakin rapi tulisannya, maka nilainya juga semakin bagus.
3. bagi yg belum mengumpulkan tugas latihan soal SIG, catatan terakhir, silahkan kumpulkan hari rabu tersebut....bagi yg tidak mengumpulkan hari rabu tersebut, maka konsekuensinya....perolehan nilai tidak sempurna....alias tidak tuntas....karena dengan melengkapi tugas catatan dan kumpulan soal akan menaikkan nilai yg rendah selama ini...
4. tolong informasikan kepada seluruh siswa XII IPS....

terimaksih atas perhatiannya...semoga bermanfaat
wassalamualikum wb

Kamis, 11 Oktober 2012

Pola Aliran Sungai

  1. Dendritik: seperti percabangan pohon, percabangan tidak teratur dengan arah dan sudut yang beragam. Berkembang di batuan yang homogen dan tidak terkontrol oleh struktur, umunya pada batuan sedimen dengan perlapisan horisontal, atau pada batuan beku dan batuan kristalin yang homogen.
  2. Rectangular : Aliran rectangular merupakan pola aliran dari pertemuan antara alirannya membentuk sudut siku-siku atau hampir siku-siku. Pola aliran ini berkembang pada daerah rekahan dan patahan.
  3. Paralel: anak sungai utama saling sejajar atau hampir sejajar, bermuara pada sungai-sungai utama dengan sudut lancip atau langsung bermuara ke laut. Berkembang di lereng yang terkontrol oleh struktur (lipatan monoklinal, isoklinal, sesar yang saling sejajar dengan spasi yang pendek) atau dekat pantai.
  4. Trellis: percabangan anak sungai dan sungai utama hampir tegak lurus, sungai-sungai utama sejajar atau hampir sejajar. Berkembang di batuan sedimen terlipat atau terungkit dengan litologi yang berselang-seling antara yang lunak dan resisten.
  5. Deranged : pola aliran yang tidak teratur dengan sungai dengan sungai pendek yang arahnya tidak menentu, payau dan pada daerah basah mencirikan daerah glacial bagian bawah.
  6. Radial Sentrifugal: sungai yang mengalir ke segala arah dari satu titik. Berkembang pada vulkan atau dome.
  7. Radial Centripetal: sungai yang mengalir memusat dari berbagai arah. Berkembang di kaldera, karater, atau cekungan tertutup lainnya.
  8. Annular: sungai utama melingkar dengan anak sungai yang membentuk sudut hampir tegak lurus. Berkembang di dome dengan batuan yang berseling antara lunak dan keras.
  9. Pinnate : Pola Pinnate adalah aliran sungai yang mana muara anak sungai membentuk sudut lancip dengan sungai induk. Sungai ini biasanya terdapat pada bukit yang lerengnya terjal.
  10. Memusat/Multibasinal: percabangan sungai tidak bermuara pada sungai utama, melainkan hilang ke bawah permukaan. Berkembang pada topografi karst. Tabel 1. merupakan pola pengaliran dengan karaktersitiknya.                                                                                                                          Sumber :http://imfact 23.s.wordpress.com
DEFINISI TEMPERATUR UDARA / SUHU

Temperatur udara atau suhu adalah suatu hal yang menunjukan tentang derajat pans atau dinginnya suatu benda di muka bumi. dikatakan semakin tinggi suhu suatu benda, maka semakin panas temperatur suhu benda tersebut. secara mikroskopis, suhu menunjukkan suatu kekuatan atau energi yang dimiliki oleh suatu benda. 
Di lingkungan alam kita mengenal dengan apa yang dinamakan atom, setiap atom dalam suatu benda masing-masing bergerak, baik itu dalam bentuk perpindahan maupun gerakan di tempat dengan bentuk suatu getaran. dan makin tinggi suatu energi atom-atom penyusun suatu benda, maka semakin tinggi suhu suatu benda tersebut.
              sumber: http://wadeswords.wordpress.com

Temperatur udara diukur dengan suatu alat yang bernama termometer. bentuk-bentuk termometer yang paling dikenal dimuka bumi diantaranya yaitu:
- celsius
- reumur
- kelvin

PERAN SUHU TERHADAP KEHIDUPAN
 Di lingkungan hidup suhu memiliki peran aktif untuk suatu keberlangsungan kehidupan. Suhu  memiliki peran sebagai pengatur semua keadaan yang ada di dunia, jadi suhu jelas memiliki peran yang sangat penting. karena semua makhluk hidup yang ada di muka bumi sangat bergantung pada ketersedian suhu yang ada.
Jika suhu terlalu panas atau melewati batas normal, maka semua makhluk hidup akan merasakan dampaknya seperti, sungai yang mengering yang mengakibatkan konsumsi air akan berkurang sehingga akan mengganggu jalannya kehidupan bahkan dapat membuat kehidupan terancam. 
sumber: dari berbagai sumber

Kamis, 27 September 2012

KEPADATAN PENDUDUK

Definisi kepadatan penduduk:
Kepadatan penduduk/density adalah jumlah rata-rata penduduk yang mendiami suatu wilayah administrative atau politis tertentu, biasanya dinyatakan dalam jiwa/Km2.

katagori kepadatan :
1. Kepadatan penduduk aritmatik
Kepadatan penduduk aritmatik adalah perbandingan antara jumlah penduduk dengan seluruh luas wilayah. Oleh karena itu kepadatan penduduk ini dikatakan sangat kasar, baik tempat yang dapat dihuni maupun tidak dapat dihuni disamakan/dihitung.
Kepadatan penduduk ini diperoleh dengan rumus :

KPAr = jumlah penduduk (jiwa)
              Luas wilayah (km2)
2.  Kepadatan penduduk agraris
Kepadatan penduduk agraris adalah perbandingan antara jumlah penduduk yang mempunyai aktivitas penduduk di sector pertanian dengan luas lahan yang dapat diolah untuk pertanian. Kepadatan penduduk jenis ini biasanya diperuntukkan dalam kepentingan teknis yaitu untuk mengetahui rata-rata tanah yang miliki petani. Contoh pemanfaatan penghitungan kepadatan ini untuk mengetahui kesejahteraan petani.
Kepadatan penduduk ini diperoleh dengan rumus :
KPAg = jumlah penduduk di sektor pertanian (jiwa)
           Luas lahan pertanian yang dapat diolah (km2)
3. Kepadatan penduduk fisiologis
Kepadatan penduduk fisiologis adalah perbandingan antara jumlah penduduk dan luas lahan pertanian. Kepadatan jenis ini biasanya untuk mengukur kemampuan produksi pertanian dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat.
Kepadatan penduduk ini diperoleh dengan rumus :
KPF =   jumlah penduduk (jiwa)                     .
              Luas lahan pertanian yang dapat diolah (km2)
4. Kepadatan penduduk ekonomi
Kepadatan penduduk ekonomi adalah perbandingan antara jumlah produksi dan luas lahan menurut kapasitas produksinya. Mengingat sulitnya menentukan kapasitas produksi suatu wilayah, maka perhitungan penduduk ekonomi jarang dipergunakan.

akibat kepadatan penduduk tinggi:
Penambahan penduduk yang cepat menyebabkan tingkat kepadatan penduduk menjadi tinggi.Kalian telah mengetahui,bahwa manusia memiliki berbagai kebutuhan.Manusia sebagai makhluk hidup membutuhkan makanan, tempat tinggal atau lahan ,air bersih dan udara bersih,serta kebutuhan sosial ekomomi.
1.berkurangnya persediaan lahan
2. kebutuhan udara bersih
3. kerusakan lingkungan
4. kebutuhan air bersih
5. kekurangan makanan
sumber: http://yuliantilestari.blogspot.com/2011/03/minggu-k-6-pengertian-kepadatan.html
 LOKASI INDUSTRI

Pertimbangan utama dalam menentukan alternatif lokasi industri yaitu ditekankan pada biaya transportasi yang rendah. Pada prinsipnya beberapa teori lokasi tersebut untuk memberikan masukan bagi penentuan lokasi optimum, yaitu lokasi yang terbaik dan menguntungkan secara ekonomi. Berikut ini merupakan penjelasan mengenai beberapa teori lokasi :
a. Theory of industrial location (teori lokasi industri) dari Alfred Weber
Teori ini dimaksudkan untuk menentukan suatu lokasi industri dengan mempertimbangkan risiko biaya atau ongkos yang paling minimum, dengan asumsi sebagai berikut:
1) Wilayah yang akan dijadikan lokasi industri memiliki: topografi, iklim dan penduduknya relatif homogen.
2) Sumber daya atau bahan mentah yang dibutuhkan cukup memadai.
3) Upah tenaga kerja didasarkan pada ketentuan tertentu, seperti Upah Minimum Regional (UMR).
4) Hanya ada satu jenis alat transportasi.
5) Biaya angkut ditentukan berdasarkan beban dan jarak angkut.
6) Terdapat persaingan antarkegiatan industri.
7) Manusia yang ada di daerah tersebut masih berpikir rasional.
Persyaratan tersebut jika dipenuhi maka teori lokasi industri dari Alfred Weber dapat digunakan. Weber menggunakan tiga faktor (variabel penentu) dalam analisis teorinya, yaitu titik material, titik konsumsi, dan titik tenaga kerja. Ketiga titik (faktor) ini diukur dengan ekuivalensi ongkos transport. Berdasarkan asumsi tersebut di atas, penggunaan teori Weber tampak seperti pada gambar berikut ini :

(a) (b) (c)
Segitiga Weber dalam menentukan lokasi industri(Sumber: Ilmu Pengetahuan Populer, 2000)
Keterangan:
M = pasar
P = lokasi biaya terendah.
R1, R2 = bahan baku
Gambar
(a) : apabila biaya angkut hanya didasarkan pada jarak.
(b) : apabila biaya angkut bahan baku lebih mahal dari pada hasil industri.
(c) : apabila biaya angkut bahan baku lebih murah dari pada hasil industri.

b. Teori lokasi industri optimal (Theory of optimal industrial location) dari Losch
Teori ini didasarkan pada permintaan (demand), sehingga dalam teori ini diasumsikan bahwa lokasi optimal dari suatu pabrik atau industri yaitu apabila dapat menguasai wilayah pemasaran yang luas, sehingga dapat dihasilkan pendapatan paling besar. Untuk membangun teori ini, Losch juga berasumsi bahwa pada suatu tempat yang topografinya datar atau homogen, jika disuplai oleh pusat (industri) volume penjualan akan membentuk kerucut. Semakin jauh dari pusat industri semakin berkurang volume penjualan barang karena harganya semakin tinggi, akibat dari naiknya ongkos transportasi. Berdasarkan teori ini, setiap tahun pabrik akan mencari lokasi yang dapat menguasai wilayah pasar seluas-luasnya. Di samping itu, teori ini tidak menghendaki wilayah pasarannya akan terjadi tumpang tindih dengan wilayah pemasaran milik pabrik lain yang menghasilkan barang yang sama, sebab dapat mengurangi pendapatannya. Karena itu, pendirian pabrik-pabrik dilakukan secara merata dan saling bersambungan sehingga berbentuk heksagonal.

c. Teori susut dan ongkos transport (theory of weight loss and transport cost)
Teori ini didasarkan pada hubungan antara faktor susut dalam proses pengangkutan dan ongkos transport yang harus dikeluarkan, yaitu dengan cara mengkaji kemungkinan penempatan industri di tempat yang paling menguntungkan secara ekonomi. Suatu lokasi dinyatakan menguntungkan apabila memiliki nilai susut dalam proses pengangkutan yang paling rendah dan biaya transport yang paling murah. Teori ini didasarkan pada asumsi bahwa:
1) Makin besar angka rasio susut akibat pengolahan maka makin besar kemungkinan untuk penempatan industri di daerah sumber bahan mentah (bahan baku), dengan catatan faktor yang lainnya sama.
2) Makin besar perbedaan ongkos transport antara bahan mentah dan barang jadi maka makin besar kemungkinan untuk menempatkan industri di daerah pemasaran.

d. Model gravitasi dan interaksi (model of gravitation and interaction) dari Issac Newton dan Ullman
Teori ini didasarkan pada asumsi bahwa tiap massa mempunyai gaya tarik (gravitasi) untuk berinteraksi di tiap titik yang ada di region yang saling melengkapi (regional complementarity), kemudian memiliki kesempatan berintervensi (intervening opportunity), dan kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang (spatial transfer ability). Teori interaksi ialah teori mengenai kekuatan hubungan-hubungan ekonomi (economic connection) antara dua tempat yang dikaitkan dengan jumlah penduduk dan jarak antara tempat-tempat tersebut. Makin besar jumlah penduduk pada kedua tempat maka akan makin besar interaksi ekonominya. Sebaliknya, makin jauh jarak kedua tempat maka interaksi yang terjadi semakin kecil. Untuk menggunakan teori ini perhatikan rumus berikut.

Keterangan:
I = gaya tarik menarik diantara kedua region.
d = jarak di antara kedua region.
P = jumlah penduduk masing-masing region.

e. Teori tempat yang sentral (theory of cental place) dari Walter Christaller
Teori ini didasarkan pada konsep range (jangkauan) dan threshold (ambang). Range (jangkauan) adalah jarak tempuh yang diperlukan untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan masyarakat, sedangkan threshold (ambang) adalah jumlah minimal anggota masyarakat yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan suplai barang. Menurut teori ini, tempat yang sentral secara hierarki dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
1) Tempat sentral yang berhierarki 3 (K = 3), merupakan pusat pelayanan berupa pasar yang senantiasa menyediakan barang-barang bagi daerah sekitarnya, atau disebut juga kasus pasar optimal.
2) Tempat sentral yang berhierarki 4 (K = 4), merupakan situasi lalu lintas yang optimum. Artinya, daerah tersebut dan daerah sekitarnya yang terpengaruh tempat sentral itu senantiasa memberikan kemungkinan jalur lalu lintas yang paling efisien.
3) Tempat sentral yang berhierarki 7 (K = 7), merupakan situasi administratif yang optimum. Artinya, tempat sentral ini mempengaruhi seluruh bagian wilayah-wilayah tetangganya.
Untuk menerapkan teori ini, diperlukan beberapa syarat di antaranya sebagai berikut:
1) Topografi atau keadaan bentuk permukaan bumi dari suatu wilayah relatif seragam sehingga tidak ada bagian yang mendapat pengaruh lereng atau pengaruh alam lain dalam hubungannya dengan jalur angkutan.
2) Kehidupan atau tingkat ekonomi penduduk relatif homogen dan tidak memungkinkan adanya produksi primer yang menghasilkan padi-padian, kayu, dan batubara.

sumber: http//www.geografi-geografi.blogspot.com

Senin, 17 September 2012

MENANGKAP HUJAN DENGAN SUMUR RESAPAN
Melihat fenomena yang telah terjadi di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat yaitu banjir bandang atau istiah di Minangnya adalah Galodo sudah melanda bagian timur Kota Padang kurang lebih 2 kali dalam kurun waktu 2 bulan ini. banyak korban jiwa, harta benda termasuk kekayaan pribadi yang menjadi korban. begitu juga masih banyak rumah dan perkampungan yang masih rawan untuk dilanda banjir bandang dan galodo. banyak solusi yang sudah di sampaikan oleh para ahli, pemerintah bahkan masyarakatpun juga memberikan solusi terhadap masalah tersebut. 
dibawah ini merupakan salah satu solusi yang sebenarnya merupakan kajian teori yang sudah lama dan kelihatannya sering dilupakan, untuk itu marilah kita melihat kembali solusi tersebut dan berusaha untuk mempelajari dan melaksanakan.
ketika kita berbicara keadaan musim yang terjadi di indonesia sering kali baik musim hujan maupun musim kemarau tidak hentinya permasalahan lingkungan acap kali muncul menghampiri. musim kemarau yang terjadi sekarang ini yaitu tahun 2012 dikabarkan baik dari media cetak maupun elektronik beberapa daerah di indonesia mengalami kekurangan air. 

Seluruh makhluk hidup yang ada di bumi pasti menbutuhkan air. Air bisa dikatakan sebagai sumber kehidupan. sungguh banyak manfaat yang diberikan air untuk makhluk hidup, diantaranya yaitu:
1. Membentuk sel-sel baru, memelihara dan mengganti sel-sel yang rusa
2. Melarutkan dan membawa nutrisi-nutrisi, oksigen dan hormon ke seluruh sel tubuh yang membutuhkan
3. Melarutkan dan mengeluarkan sampah-sampah dan racun dari dalam tubuh kita
4. Katalisator dalam metabolisme tubuh
5. Pelumas bagi sendi-sendi
6. Menstabilkan suhu tubuh
7. Meredam benturan bagi organ vital

oleh karena itu alangkah baiknya kita dari sekarang menjaga, menghemat, dan mengelola dengan baik keberlangsungan sumber daya alam yang sebenarnya termasuk ke dalam renewable resourses tersebut. upaya untuk menjaga kuantitas air tersebut diantaranya bisa dilakukan melalu pembuatan sumur resapan. 

Sumur Resapan atau infiltration Well adalah suatu sumur atau lubang pada permukaan tanah yang dibuat untuk menampung air hujan/aliran permukaan agar dapat meresap ke dalam tanah. langkah-langkah dan ketentuan dalam pembuatan sumur resapan diantaranya yaitu: 
  1. Sumur resapan sebaiknya berada diatas elevasi/kawasan sumursumur gali biasa. 
  2. Untuk menjaga pencemaran air di lapisan aquifer, kedalaman sumur resapan harus diatas kedalaman muka air tanah tidak tertekan (unconfined aquifer) yang ditandai oleh adanya mata air tanah.
  3. Pada daerah berkapur/karst perbukitan kapur dengan kedalaman/solum tanah yang dangkal, kedalaman air tanah pada umumnya sangatlah dalam sehingga pembuatan sumur resapan sangatlah tidak direkomendasikan. Demikian pula sebaliknya di lahan pertanian pasang surut yang berair tanah sangat dangkal.
  4. Untuk mendapatkan jumlah air yang memadai, sumur resapan harus memiliki tangkapan air hujan berupa suatu bentang lahan baik berupa lahan pertanian atau atap rumah. Sebelum air hujan yang berupa aliran permukaan masuk kedalam sumur melalui saluran air, sebaiknya dilakukan penyaringan air di bak kontrol terlebih dahulu.
  5. Bak kontrol terdiri-dari beberapa lapisan berturut-turut adalah lapisan gravel (kerikil), pasir kasar, pasir dan ijuk. Penyaringan ini dimaksudkan agar partikel-partikel debu hasil erosi dari daerah tangkapan air tidak terbawa masuk ke sumur sehingga tidak menyumbat pori-pori lapisan aquifer yang ada. Untuk menahan tenaga kinetis air yang masuk melalui pipa pemasukan, dasar sumur yang berada di lapisan kedap air dapat diisi dengan batu belah atau ijuk.
  6. Pada dinding sumur tepat di depan pipa pemasukan, dipasang pipa pengeluaran yang letaknya lebih rendah dari pada pipa pemasukan untuk antisipasi manakala terjadi overflow/luapan air di dalam sumur. Bila tidak dilengkapi dengan pipa pengeluaran, air yang masuk ke sumur harus dapat diatur misalnya dengan seka balok dll.
semoga konsep tersebut tersemat dalam hati dan dilaksanakan dengan penuh kesadaran bagi kita semua. karena kelangsungan hidup ini akan sangat nyaman dan seimbang di mulai dengan kita sendiri melalui sikap peduli lingkungan hayati maupun non hayati.

(dari berbagai sumber)